Ilkay Gündoğan telah membuat langkah penting dengan pindah dari Manchester City ke Galatasaray, di mana dia bakal mengantongi sekitar £150.000 per minggu—cukup buat biayain pesta desa dan masih ada sisa uang jajan buat beli kue! Di usia 34 tahun, Gündoğan lebih memilih untuk mendapatkan waktu bermain reguler ketimbang duduk manis di pinggir lapangan Etihad. Dia menyelesaikan transfer gratisnya setelah menyadari bahwa Pep Guardiola akan mengurangi waktu bermainnya musim ini.
Lanskap yang Berubah
Meskipun Gündoğan sebenernya pengen tetap di Manchester di tengah ketertarikan dari Turki, nyatanya dia nggak dimainkan di tiga pertandingan pertama City musim ini. Setelah kembali ke City dari Barcelona pada musim panas 2024, dia kalah saing dari pemain-pemain seperti Tijjani Reijnders dan Rodri yang kembali on fire di skema Guardiola.
Langkah Finansial yang Cerdik
Stefan Borson, mantan penasihat keuangan City, percaya Gündoğan telah mendapatkan kesepakatan yang “keren banget”. Kontrak satu musimnya sebelumnya dengan City terkait dengan klausul penampilan, dan dia selalu tampil oke ketika Guardiola paling membutuhkannya, terutama selama fase pemulihan krusial di akhir musim.
Dari segi keuangan, kesepakatannya lumayan menggiurkan: Gündoğan bakal mengantongi €4,5 juta bersih selama dua tahun, atau sekitar £8 juta. Ini setara dengan £150.000 per minggu, mirip dengan pendapatannya di City. Dengan City yang ogah perpanjang kontrak lebih dari satu musim, langkah ini menguntungkan kedua pihak. Gündoğan mengamankan pendapatan signifikan menjelang akhir karirnya, sementara City berhasil memangkas tagihan gaji mereka.
Awal Musim Manchester City yang Kurang Mulus
Di lapangan, musim Manchester City belum dimulai dengan mulus. Mereka menikmati kemenangan telak 4-0 lawan Wolves tapi kemudian mengalami kekalahan beruntun melawan Tottenham dan Brighton, meninggalkan mereka tertinggal enam poin dari Liverpool. Pakar rekrutmen Mick Brown mencatat bahwa Guardiola akan segera berada di bawah sorotan, menyarankan bahwa Pep mungkin perlu membuka lagi buku telepon lamanya dan menghubungi beberapa agen.
Kesimpulan
Transfer Gündoğan ke Galatasaray menandai momen penting dalam karirnya. Dengan memprioritaskan bermain reguler daripada posisi di bangku cadangan, dia tidak hanya mengamankan masa depan finansialnya tetapi juga terus berkontribusi pada olahraga yang dicintainya. Sementara Manchester City mengarungi awal musim yang bergelombang, baik Gündoğan maupun klub berada pada persimpangan penting dalam perjalanan masing-masing.