Kesabaran West Ham terhadap manajer Graham Potter semakin berkurang dari minggu ke minggu nih. Setelah start musim yang benar-benar mengecewakan, dengan empat kekalahan dalam lima pertandingan Premier League pertama mereka dan tersingkir lebih awal dari Piala Carabao melawan Wolves, tuntutan untuk memecatnya semakin kencang baik dari dalam maupun luar London Stadium. Para fans sudah pada vocal banget tentang perlunya perubahan, dan keraguan dari jajaran direksi untuk bertindak cuma bikin suasana makin panas di kalangan pendukung.
Peluang yang Semakin Tipis dan Tekanan
Rasanya Potter ini kayak lagi di babak adu penalti tapi udah gagal empat kali tendangan penting. Tapi di balik layar, klub masih enggan mengambil keputusan cepat. Sejak akhir Agustus, sudah ada pembicaraan dengan calon pengganti, yang menunjukkan bahwa direksi sadar akan tekanan yang terus meningkat. Meskipun ketidakpuasan semakin membesar, petinggi West Ham memilih untuk memberi Potter sedikit waktu tambahan daripada terburu-buru mencari penggantinya.
Batas Waktu Mendekat
Kelonggaran sementara ini datang dengan tenggat waktu yang jelas: jeda internasional berikutnya. Menurut update terbaru dari podcast Inside Track, Potter efektifnya cuma punya dua pertandingan Premier League lagi—laga tandang melawan Everton pada Senin malam dan pertandingan sulit melawan Arsenal—sebelum nasibnya ditentukan. Awalnya dia diberi empat pertandingan untuk membalikkan keadaan, tapi kekalahan dari Crystal Palace sudah bikin margin kesalahannya makin tipis. Dua kemenangan beruntun mungkin bisa meredam tuntutan perubahan.
Mencari Penerus
Bahkan saat Potter bersiap menghadapi pertandingan-pertandingan krusial ini, persiapan untuk era setelah dia sudah mulai jalan. Nuno Espírito Santo muncul sebagai kandidat terdepan setelah pertemuan dengan petinggi klub usai kekalahan dari Palace. Namun, kemungkinan pengangkatannya terhalang masalah hukum dari pemecatannya di Nottingham Forest. Kandidat lain yang masuk radar West Ham termasuk:
- Gary O’Neil
- Kieran McKenna
- Slaven Bilić
Masing-masing kandidat membawa gaya manajemen unik, kalau memang direksi akhirnya memutuskan untuk melakukan perubahan.
Kesimpulan yang Tak Terelakkan
Dalam jangka panjang, sepertinya kepergian Potter cuma masalah waktu, bukan lagi masalah apakah dia akan pergi atau tidak. Hasil dari beberapa pertandingan West Ham berikutnya bakal jadi penentu. Kalau Potter berhasil bertahan, itu bakal lebih mengejutkan daripada nemuin uang seratus ribu di jaket lama yang udah lama nggak dipakai. Fans dan analis sama-sama bersiap menghadapi beberapa hari krusial dalam sejarah terbaru klub.