Musim Tottenham Hotspur lagi terjun bebas nih, dengan kekalahan mengecewakan 3-0 melawan Nottingham Forest yang bikin tekanan pada manajer Thomas Frank makin panas. Frank yang direkrut musim panas lalu setelah sukses di Brentford, awalnya datang ke Spurs dengan harapan tinggi dan dukungan kuat. Tapi sekarang? Posisi di tengah klasemen dan jadwal pertandingan yang bikin pusing kepala membuat banyak analis mulai mikir ulang. Kalau performa adalah mata uang, Frank mungkin sudah nyaris bangkrut. Sepertinya manajer sepak bola memang punya tanggal kedaluwarsa yang tersembunyi di kontrak mereka ya!
Awal yang Menjanjikan Jadi Harapan yang Memudar
Hari-hari awal Frank di London utara sebenarnya menjanjikan banget lho. Dia berhasil mendatangkan pemain kunci seperti Xavi Simons dan Mohammed Kudus, yang menunjukkan ambisi Tottenham untuk menggabungkan bakat dengan daya saing. Tapi, meski punya pemain-pemain keren ini, konsistensi di Liga Premier tetap jadi perjuangan berat. Tim sering kena bantai dan kalah telak, padahal mereka harusnya berjuang untuk tiket Liga Champions, bukan malah berusaha menjauh dari zona degradasi.
Hasil Terbaru dan Kekhawatiran Manajerial
Kekalahan terbaru melawan Nottingham jadi kekalahan liga keenam musim ini, meninggalkan tim di posisi 11. Sekarang mereka harus menghadapi jadwal mengerikan, termasuk pertandingan melawan Liverpool, Crystal Palace, Brentford, dan Sunderland. Buat yang suka taruhan soal pergantian manajer, jangan cuma lihat klasemen sekarang ya, tapi juga tingkat kesulitan pertandingan mendatang, kesabaran manajemen, dan dampak dari pemecatan di bulan Desember. Klub-klub biasanya suka ganti manajer saat tim lagi terpuruk untuk mengubah narasi dan berharap tim bisa bangkit lagi.
Perbandingan dengan Klub Lain
Di sisi lain, situasi manajerial di klub lain kayaknya lebih stabil. Di Leeds, Daniel Farke dapat respek karena berhasil membawa tim kembali ke Liga Premier musim lalu. Meski sekarang di posisi 17, tepat di atas zona degradasi, dia masih dipercaya manajemen. Begitu juga Vincent Kompany di Burnley; walaupun timnya ada di posisi 19, pengalaman dia di Championship jadi nilai plus. Kedua klub ini sepertinya lebih rela memberikan dukungan ke manajer mereka dibanding yang Frank dapatkan di Tottenham.
Calon Pengganti Frank
Sementara diskusi soal potensi keluarnya Frank makin intens, beberapa nama muncul sebagai calon penggantinya:
- Oliver Glasner (Crystal Palace): Saat ini jadi favorit dengan odds sekitar 5/1, dia baru-baru ini menolak perpanjangan kontrak dan sudah terbukti bisa menstabilkan tim di bawah tekanan.
- Marco Silva (Fulham) dan Andoni Iraola (Bournemouth): Keduanya di belakang Glasner dengan odds sekitar 8/1.
- Roberto De Zerbi (Marseille): Lebih jauh di belakang dengan odds sekitar 12/1.
Kalau mau pertimbangkan odds ini, jangan cuma lihat angkanya ya. Faktor seperti status kontrak manajer, prestasi sebelumnya, dan gaya bermain juga penting untuk dipertimbangkan.
Jalan ke Depan untuk Tottenham
Pada akhirnya, nasib Tottenham dan masa depan Frank mungkin tergantung pada hasil-hasil menjelang Natal. Hasil imbang di menit-menit terakhir melawan Crystal Palace bisa terasa seperti kekalahan dan memicu spekulasi lebih jauh. Kalau kamu mau bertaruh siapa manajer Spurs berikutnya, ingat bahwa timing sama pentingnya dengan bakat dalam sepak bola. Memprediksi pemecatan manajer itu seperti meramalkan cuaca di Inggris: kamu bisa bikin perkiraan terbaik tapi harus siap dengan perubahan mendadak!