Pertandingan Everton melawan Tottenham jadi pengingat keras betapa pentingnya pertahanan bola mati dalam sepak bola. Micky van de Ven mencetak dua gol di babak pertama dengan sundulan tanpa gangguan, memberi Spurs keunggulan sejak awal. Pape Sarr memperlebar jarak setelah jeda. Meski Jake O’Brien sempat mengira dirinya mencetak gol setelah sepak pojok, VAR membatalkannya karena offside tipis. Kekalahan ini menandai dua kekalahan beruntun di liga bagi tim David Moyes, meninggalkan mereka terjebak di papan bawah klasemen setelah kalah 3-0.
Penampilan Positif di Tengah Kemunduran
Kabar baiknya, Jack Grealish mendapat tempat starter di sisi kiri setelah absen saat melawan Manchester City karena aturan klub induk. Setiap kali Grealish menerima bola, permainannya sangat hidup, bergerak dengan lincah dan menciptakan peluang bagi rekan setimnya. Kemampuan dribelnya masih mempesona, mirip kembang api di Malam Guy Fawkes. Kilatan-kilatan skill ini membuktikan bahwa Moyes bisa mengandalkannya untuk menyalakan serangan Everton ketika ada ruang terbuka.
Iliman Ndiaye: Ancaman Utama Everton
Di sisi kanan, Iliman Ndiaye muncul sebagai ancaman utama serangan Everton. Dia dengan percaya diri menghadapi Djed Spence dan sering menantang bek sayap tersebut. Meskipun dia kesulitan menciptakan peluang mencetak gol yang jelas, serangan langsungnya menunjukkan pentingnya memiliki striker yang mampu mengkonversi umpan dari winger kreatif.
James Garner: Aset Berharga
James Garner terus membuktikan mengapa dia menjadi aset berharga bagi tim. Dia menunjukkan keterampilan penguasaan bola yang tajam, berkontribusi dalam pertahanan, dan aktif berpartisipasi dalam serangan. Garner bahkan beradaptasi bermain sebagai bek kanan saat diperlukan, dan kerja samanya yang semakin baik dengan Idrissa Gueye di depan empat bek belakang terlihat menjanjikan.
Masalah Pertahanan pada Bola Mati
Sayangnya, performa pertahanan Everton, terutama pada bola mati, masih jauh dari memuaskan. Jordan Pickford perlu menunjukkan otoritas lebih saat van de Ven menyundul bola dua kali. Situasi seperti itu membutuhkan kiper yang lebih tegas, dan Pickford pasti ingin meningkatkan performanya sebelum pertandingan Everton berikutnya melawan Sunderland, di mana dia cukup familiar dengan lapangan.
Vitali Mykolenko kesulitan menemukan ritme permainannya. Mohammed Kudus terus-menerus menyulitkannya, dan umpan silang Mykolenko gagal berkontribusi secara efektif. Meski saat ini dia memegang posisi bek kiri, penampilan seperti ini akan memberi Moyes sedikit alasan untuk tetap mempertahankannya.
Kekeringan Gol Beto yang Berlanjut
Akhirnya, penampilan Beto menimbulkan kekhawatiran. Dengan hanya empat belas sentuhan dan tanpa hasil akhir, dia kini sudah tujuh pertandingan tanpa mencetak gol. Digantikan oleh Thierno Barry dengan lebih dari 20 menit tersisa, striker Portugal itu tidak bisa memanfaatkan peluang yang diciptakan oleh Grealish dan Ndiaye. Jika Everton ingin keluar dari kesulitan mereka saat ini, mendapatkan penyerang berkualitas tinggi harus jadi prioritas. Atau, mereka mungkin bisa mempertimbangkan untuk mengadakan kelas khusus tentang sundulan tanpa penjagaan untuk rekan-rekan setim Beto, karena itu mungkin bisa jadi solusi sementara.
Kesimpulan
Dengan beberapa pemain kunci yang menunjukkan kilatan brilian, Everton harus bekerja pada organisasi pertahanan mereka, terutama saat bola mati. Seiring berlanjutnya musim, menemukan pencetak gol yang andal akan menjadi kunci kesuksesan mereka. Dengan pertandingan-pertandingan mendatang di depan mata, tim perlu menyusun ulang strategi dan fokus kembali untuk meningkatkan posisi mereka di liga.