Pertandingan Liga Champions Newcastle United benar-benar seperti naik roller coaster deh! Pertandingan dimulai dengan Bayer Leverkusen yang unggul lebih dulu gara-gara gol bunuh diri Bruno Guimaraes yang bikin kita semua tepuk jidat. Tapi tenang, The Magpies langsung bangkit, Anthony Gordon berhasil menyamakan kedudukan lewat titik penalti. Lalu si muda Lewis Miley membuat Newcastle unggul dengan gol sundulannya. Eh, pas fans sudah harap-harap cemas menanti kemenangan, Alejandro Grimaldo malah menyamakan kedudukan di menit ke-88, bikin jantung fans makin berdebar kencang! Memang sih, Leverkusen sepertinya punya bakat khusus berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat, tapi Newcastle juga patut dipuji karena dua kali bangkit dengan semangat pantang menyerah mereka.
Malick Thiaw Jadi Sorotan
Di tengah aksi seru ini, Malick Thiaw jadi pemain yang menarik perhatian sejak awal. Di menit ke-21, dia menjegal Patrik Schick tepat di luar kotak penalti, membuat wasit Serdar Gozubuyuk harus mikir keras apakah pelanggaran itu pantas kartu merah atau cukup kartu kuning saja. Keith Hackett, mantan wasit, mencatat bahwa karena bek kanan Tino Livramento masih menutupi sudut, Thiaw tidak dianggap menggagalkan peluang mencetak gol yang jelas. Jadinya, kartu kuning plus tendangan bebas dianggap cukup adil. Ini contoh bagus bagaimana Peraturan Permainan membedakan antara pelanggaran profesional dan pelanggaran yang bikin kamu diusir dari lapangan.
Dominasi Pertahanan Thiaw
Dalam hal pertahanan, Malick Thiaw benar-benar jadi benteng kokoh buat Newcastle. Penampilannya yang keren mencakup statistik berikut:
- Menyelesaikan 40 dari 43 operan (akurasi 93%, mantap jiwa!)
- Memenangkan semua tiga tekelnya (bersih banget!)
- Membuat 15 kontribusi defensif yang bikin kagum
- Memenangi tiga dari lima duel di tanah (60%)
- Mengamankan dua dari tiga duel udara (67%)
Gak ada pemain yang bisa nyaingi intensitas dan kerja kerasnya, pantesan manager Eddie Howe percaya banget sama dia.
Tambahan yang Berharga
Sejak bergabung dengan Newcastle dari AC Milan dengan harga £34,6 juta pada musim panas lalu, Thiaw yang berusia 24 tahun ini benar-benar jadi pemain yang bikin kita melongo. Ketenangannya saat menguasai bola, kemampuan membaca permainan, dan fisiknya yang kuat telah mengamankan posisinya sebagai bek tengah yang sepertinya sepadan dengan setiap penny yang dikeluarkan. Dengan performa seperti ini, kita bisa bertanya-tanya apakah cicilan KPR kita bisa seandal sapuan bola Thiaw? Hehe.
Kesimpulannya, malam Liga Champions Newcastle tidak hanya menunjukkan tekad dan semangat juang mereka, tetapi juga munculnya pemain-pemain kunci seperti Malick Thiaw, yang terus memberikan kontribusi signifikan bagi kesuksesan tim. Semoga makin jaya ke depannya ya, The Magpies!