Masalah VAR Liverpool: Apa yang Salah pada Kekalahan 3-0 di Etihad

Waduh, Liverpool harus pulang dengan tangan kosong nih setelah dibantai 3-0 saat bertandang ke Etihad Stadium. Si lincah Jeremy Doku dari Manchester City sekali lagi pamer kebolehan, membuktikan dia benar-benar mimpi buruk bagi pertahanan lawan. Kecepatan dan kelincahannya jadi kunci City memangkas jarak poin dengan Arsenal di puncak klasemen menjadi hanya empat angka. Sementara itu, harapan Liverpool? Makin meredup deh, rasanya seperti momen kamu baru sadar lupa pasang alarm di Senin pagi. Mana bisa telat masuk kantor, kan?

Momen Kontroversial yang Mengubah Segalanya

Momen krusial pertandingan terjadi saat Virgil van Dijk berhasil menyundul bola dari tendangan sudut dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Eh, tapi wasit Chris Kavanagh malah membatalkan golnya karena Andy Robertson dianggap offside. Menurut wasit, posisi Robertson menghalangi pandangan kiper saat tendangan sudut dilakukan. Ini contoh nyata bagaimana keputusan seperti ini bisa lebih menyakitkan daripada penalti yang gagal. Dengan Liverpool sekarang melorot ke posisi delapan, perjalanan mereka makin tidak menentu menjelang jeda internasional.

Komentar Mantan Bos PGMOL Keith Hackett

Mantan bos PGMOL Keith Hackett memberikan penjelasan soal aturan offside. Menurutnya, pemain hanya bisa dihukum offside kalau mereka mengganggu jalannya permainan atau lawan. Ini termasuk memainkan bola, berebut bola, atau jelas-jelas menghalangi pandangan kiper. Meskipun Robertson memang berada di depan pemain bertahan terakhir saat tendangan sudut dilakukan, Hackett berpendapat dia sebenarnya tidak menghalangi Ederson. Katanya, “Ederson harusnya masih bisa melihat bola dan melakukan penyelamatan.” Hackett mengkritik para ofisial karena memilih keputusan yang lebih mudah dan membatalkan gol. “Saya tidak suka melihat gol bagus dibatalkan,” tambahnya.

Nasib Naik Turun: Penalti dan Penyelamatan

Sebelumnya dalam pertandingan, Doku mendapatkan penalti setelah kiper Liverpool, Giorgi Mamardashvili, dinilai menjegalnya. Hackett menganggap keputusan ini agak kejam. Tapi Liverpool sempat merasa sedikit lega ketika Mamardashvili berhasil menebak arah tembakan dan menepis tendangan penalti Erling Haaland.

Jalan Panjang bagi Tim Jurgen Klopp

Bagi tim Jurgen Klopp, perbedaan tipis seperti ini pada akhirnya bisa menentukan nasib musim mereka. Dengan jeda internasional yang mendekat dan Liverpool terdampar di posisi delapan, mereka pasti akan merenungkan apa yang seharusnya bisa terjadi. Kalau mereka butuh pengingat betapa kejamnya sepakbola, VAR sudah memberikan contoh yang sangat jelas. Jadi, siap-siap aja ya, karena lain kali mungkin nggak ada peringatan lagi!

Scroll to Top