Manchester United kini sedang berhadapan dengan kemungkinan kehilangan sponsor penting lainnya pada akhir musim ini. Setelah finis di posisi ke-15 yang bikin gregetan musim lalu, kegagalan klub untuk masuk ke kompetisi Eropa membuat beberapa kontrak komersial jadi goyah. Situasi ini tentu bukan sesuatu yang diinginkan siapapun, kecuali kalau kamu hobi merajut dan suka tantangan menyambung-nyambung benang yang kusut!
Peluang Sponsor Penting Terancam Hilang
Saat ini, sponsor di bagian lengan jersey sedang available dan siap dilirik perusahaan baru. United sebelumnya sepakat dengan DXC Technology untuk deal senilai £20 juta per tahun di musim 2022-23, tapi kontrak itu akan berakhir musim panas depan, meninggalkan spot primadona di jersey merah mereka jadi kosong melompong. Belum lagi, klub juga sedang jomblo tanpa sponsor kit latihan sejak kontrak dengan Tezos yang bernilai lebih dari £20 juta per tahun berakhir musim panas kemarin.
Pentingnya Main di Liga Champions
Stefan Borson, mantan penasihat keuangan Manchester City, menekankan bahwa partisipasi di Liga Champions sangat mempengaruhi nilai kontrak komersial. Pertandingan prime-time yang ditonton global bikin nilai setiap jengkal ruang iklan di jersey naik drastis. Jadi, tanpa turnamen bergengsi ini, mencari sponsor yang mau merogoh kocek sekitar £20 juta hanya untuk spot di lengan jersey jadi misi yang bikin pusing tujuh keliling.
Ekspektasi Para Sponsor
Deal sponsor ini bukan cuma soal tempat di lengan jersey lho. Klub biasanya menawarkan paket lengkap, termasuk iklan di pinggir lapangan, akses untuk sesi foto, aktivasi brand, dan berbagai bonus lainnya. Meski angka utamanya kelihatan menarik, para sponsor berharap investasi mereka bisa menghasilkan return yang wow. United sendiri ingin menyelesaikan deal jauh sebelum kontrak saat ini berakhir.
Tantangan Pasar dalam Valuasi Sponsor
Borson mengindikasikan bahwa klub-klub Premier League kadang meminta harga yang bikin dahi berkerut. Bahkan raksasa seperti Manchester United bisa kewalahan dengan harga yang melangit, terutama di lingkungan bisnis yang penuh tantangan seperti sekarang. Idealnya, area seperti sponsor depan jersey dan kit latihan harusnya sudah diisi, tapi masih kosong karena klub menunggu penawaran yang sesuai dengan realita pasar saat ini.
Kekuatan Komersial Manchester United
Kabar baiknya, Manchester United masih tetap jadi raksasa komersial. Musim lalu, omzet mereka naik dari £661,8 juta menjadi £666,5 juta, mengukuhkan posisi mereka sebagai tim dengan pendapatan tertinggi kedua di Premier League. Pendapatan komersial mereka juga naik dari £302,9 juta menjadi £333,3 juta, menunjukkan bahwa para sponsor masih melihat nilai besar dalam brand Setan Merah.
Pandangan ke Depan: Keseimbangan Ambisi dan Realitas
Jika Manchester United bisa menggabungkan ambisi mereka dengan pendekatan harga yang realistis, mereka mungkin bisa cepat mengisi kekosongan sponsor ini. Menemukan sponsor lengan yang tepat melibatkan keseimbangan antara eksposur dan biaya. Semoga aja partner berikutnya nggak malu-malu untuk memeluk warna merah ikonik klub ini!