Tottenham-nya Thomas Frank sedang menghadapi tekanan serius setelah kekalahan mengecewakan 3-0 di City Ground milik Nottingham Forest. Pertandingan ini jelas jadi momen yang ingin dilupakan oleh semua yang berseragam putih, kecuali mungkin para pendukung tuan rumah. Bahkan secangkir teh hangat yang menenangkan pun sepertinya bakal kesulitan menghilangkan perihnya kekalahan seberat ini.
Pertandingan Berat untuk Spurs
Callum Hudson-Odoi mencetak dua gol, dan Ibrahim Sangare menambahkan satu tendangan jarak jauh yang memukau, memastikan Spurs tidak pernah menemukan ritme permainannya. Tottenham hanya mampu melepaskan satu tembakan tepat sasaran dalam 90 menit penuh, nyaris tidak memberikan ancaman berarti pada pertahanan Forest yang terorganisir. Sementara itu, Nottingham Forest menciptakan banyak peluang mencetak gol, membuat Spurs seperti hanya mengejar bayangan saja.
Gol pertama datang dari kesalahan Guglielmo Vicario yang sentuhan beratnya dalam pertahanan berujung pada umpan ceroboh yang ditujukan untuk Archie Gray. Sangare memanfaatkan kesalahan ini, memberikan umpan kepada Hudson-Odoi untuk gol mudah. Di awal babak kedua, Vicario mencoba mengirimkan umpan silang, tapi bola malah melengkung di atasnya dan masuk ke gawang, membuatnya jadi 2-0. Gol ketiga datang di akhir pertandingan. Hudson-Odoi berperan sebagai penyedia, memberikan bola presisi ke Sangare, yang melepaskan tendangan spektakuler dari jarak jauh yang mengenai tiang gawang sebelum masuk, semakin menegaskan dominasi Forest.
Masalah Frank Terus Berlanjut
Kekalahan ini menambah tren memprihatinkan bagi tim Frank. Sebelum kemenangan terbaru mereka atas Brentford, mereka telah lima pertandingan tanpa kemenangan di semua kompetisi. Tekanan yang terus meningkat ini membuat tuntutan untuk pemecatan Frank semakin keras. Meski beberapa berpendapat bahwa memecat pelatih kepala mungkin tidak langsung membawa perbaikan, performa buruk yang berkelanjutan tidak bisa diabaikan terus-menerus.
Calon Pengganti Potensial
Spekulasi tentang pengganti Frank sudah mulai beredar. Menurut bandar judi, favorit untuk menggantikannya antara lain:
- Oliver Glasner (Crystal Palace) dengan peluang 5/1
- Marco Silva dengan peluang 8/1
- Andoni Iraola dengan peluang 8/1
- Roberto De Zerbi dengan peluang 12/1
Frank telah menduduki posisi pelatih kepala selama 185 hari, dan jadi semakin sulit membayangkan dia akan mencapai 200 hari. Masa jabatan terpendek di era modern Tottenham adalah 124 hari milik Nuno Espírito Santo. Meski menangani delapan pertandingan lebih sedikit dibanding Frank, Nuno mencapai satu kemenangan lebih banyak, perbandingan yang cukup nyata bagi pelatih saat ini.
Tantangan Mendatang
Selanjutnya dalam agenda Tottenham adalah perjalanan menantang ke Anfield untuk menghadapi Liverpool. Kalau situasi Frank tidak membaik dalam pertandingan ini, dia mungkin harus memperbarui profil LinkedIn-nya lebih cepat dari yang diperkirakan. Sementara Tottenham berusaha menemukan pijakannya, para fans akan mengawasi dengan cermat apakah tim mereka bisa membalikkan keadaan.