Crystal Palace akhirnya bisa menghela napas lega di kompetisi Eropa, meraih kemenangan pertama mereka di Conference League dengan mengalahkan AZ Alkmaar 3-1 di Selhurst Park. Meski tanpa Eddie Nketiah yang sedang cedera, skuad Oliver Glasner menunjukkan ketangguhan dan stamina mereka, berhasil meraih kemenangan yang menyegarkan mental tim.
Ismaila Sarr Bersinar dengan Dua Gol
Tampil sebagai bintang utama adalah Ismaila Sarr, pemain internasional Senegal yang sebelumnya juga tampil mengesankan melawan Liverpool. Sarr memperlihatkan nalurinya sebagai predator di kotak penalti dengan melepaskan empat tembakan, dua di antaranya berbuah gol. Dia bahkan sempat mengenai tiang gawang sekali, dengan catatan expected goals mengesankan sebanyak 1,72. Ketika Sarr sedang on fire, para bek tahu mereka akan mengalami malam yang berat!
Tendangan Petir dari Maxence Lacroix
Pertahanan bisa memenangkan pertandingan, dan Maxence Lacroix membuktikannya dengan brilian. Gol kerasnya dari area luar kotak penalti membuat stadion bergetar pada menit ke-22. Selain kemampuan mencetak golnya, Lacroix menyelesaikan 13 dari 13 operan dengan sempurna, membantu Palace membangun serangan dari belakang dengan tenang.
Jefferson Lerma Jadi Maestro Lini Tengah
Di lini tengah, Jefferson Lerma telah menemukan kembali performa terbaiknya, sebuah angin segar mengingat absennya Adam Wharton. Lerma memberikan dua umpan kunci yang membelah pertahanan Alkmaar dan memenangkan lima dari sembilan duelnya, efektif mengendalikan permainan bersama Will Hughes. Penampilannya yang mengesankan menjadi faktor kunci dalam kesuksesan Palace belakangan ini.
Malam untuk Dilupakan bagi Mateta dan Muñoz
Di sisi lain, Jean-Philippe Mateta mengalami malam yang menantang di depan gawang. Meskipun dia cemerlang menyiapkan gol kedua Sarr dengan umpan terobosan yang sempurna, dia gagal mengeksekusi penalti dan menyia-nyiakan dua peluang emas lainnya. Mateta sering berada di posisi yang tepat tapi gagal memaksimalkannya saat paling dibutuhkan.
Daniel Muñoz juga kesulitan di sayap kanan, hanya menyelesaikan sembilan dari 18 operannya dan kalah dalam lebih banyak duel. Kesulitannya memberikan sedikit harapan bagi tim Belanda pada malam yang sebenarnya frustrasi baginya.
Penampilan Dean Henderson
Di bawah mistar, Dean Henderson punya sedikit pekerjaan sampai Sven Mijnans berhasil mencetak gol dengan cerdik. Henderson melakukan tiga penyelamatan rutin tapi pasti kecewa tidak bisa menjaga clean sheet. Ini seharusnya bisa menyempurnakan malam yang hampir sempurna bagi kiper tersebut.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, Oliver Glasner pasti senang melihat pemain-pemain kuncinya tampil bagus dan karakter skuad yang bersinar. Meski masih ada yang perlu diperbaiki, performa seperti yang ditunjukkan Sarr, Lacroix, dan Lerma menandakan bahwa Crystal Palace bisa jadi akan nyaman bermain di kompetisi Eropa kali ini!