Arsenal sedang naik daun di bawah asuhan Mikel Arteta, sampai-sampai para kritikus terkeras klub pun mulai memerhatikan. Dengan tujuh kemenangan beruntun di semua kompetisi, The Gunners kini memimpin empat poin di puncak klasemen Premier League, hanya terganjal Manchester City dan Liverpool. Tapi, di tengah kegembiraan melihat clean sheet dan penampilan menawan, beberapa keraguan masih tersisa.
David James Berubah Pikiran
Mantan kiper timnas Inggris, David James, baru-baru ini meralat pandangan kritisnya tentang dinamika skuad Arsenal. Mungkin dia butuh kacamata baru untuk melihat transformasi yang sedang berlangsung. Ada beberapa aspek permainan Arsenal yang patut diacungi jempol.
Pertahanan Kokoh: Pertahanan Arsenal terbukti super andal, cuma kebobolan 0,3 gol per pertandingan selama sembilan laga perdana liga. Mereka juga mencatat enam clean sheet dalam periode ini.
Serangan Efisien: Di lini depan, The Gunners rata-rata mencetak 1,8 gol per pertandingan. Ini peningkatan signifikan dibanding musim lalu, di mana kebobolan di awal sering berujung pada mandulnya gol di babak kedua. James sebelumnya mempertanyakan apa yang terjadi di balik layar klub, tapi sekarang dia melihat tim yang bangkit saat dibutuhkan dan mampu membalikkan keadaan setelah tertinggal di babak pertama.
Menyeimbangkan Ambisi Domestik dan Eropa
Terlepas dari tanda-tanda positif ini, James yakin tantangan sesungguhnya bagi Arteta dan timnya akan muncul saat mereka harus memainkan liga domestik dan kompetisi Eropa secara bersamaan. Musim lalu, Arsenal menghadapi 14 pertandingan Liga Champions dan hanya meraih empat kemenangan di Premier League selama periode tersebut. Ini menunjukkan pergeseran fokus dari perburuan gelar saat kampanye Eropa mereka makin jauh.
Saat Arsenal memimpin Premier League musim ini, Arteta harus pandai-pandai menyeimbangkan dua kompetisi yang sama-sama menuntut.
Rival Terus Membuntuti
Meski musim dimulai dengan cerah, James masih skeptis apakah Arsenal bisa menahan gempuran tim seperti Manchester City, Chelsea, dan Liverpool hingga akhir kampanye. Dia memprediksi rival-rival ini akan terus mengekor hingga Mei, bahkan mungkin memutuskan gelar di hari terakhir.
Akan menarik melihat apakah Arteta bisa memandu skuadnya melewati tantangan Eropa tanpa mengorbankan momentum di Premier League. Kalau tidak, mungkin dia perlu sepasang mata tambahan di pinggir lapangan untuk membantu menavigasi perjalanan yang menantang ini.