Newcastle United sepertinya masih belum bisa lepas dari “kutukan tandang” musim ini nih. Kekalahan terbaru mereka 3-1 saat bertandang ke markas Brentford makin memperpanjang catatan buruk tanpa kemenangan mereka sejak April lalu. Akibatnya, tim asuhan Eddie Howe ini sekarang cuma berjarak dua poin dari zona degradasi. Bisa dibilang, menghadapi pertahanan tim-tim Premier League musim ini rasanya seperti berdiri di dekat jendela yang terbuka saat cuaca dingin—sama sekali nggak mengenakkan!
Tekanan untuk Eddie Howe
Kekalahan ini terasa makin menyengat setelah Matt Le Tissier melontarkan komentar pasca-pertandingan yang mengingatkan kita bahwa reputasi Howe yang sebelumnya tak tergoyahkan kini mulai dipertanyakan. Di St James’ Park, para fans masih bisa menikmati penampilan dominan tim kesayangan mereka di kandang, dengan hanya Arsenal, Liverpool, dan Barcelona sang juara Liga Champions yang berhasil mencuri kemenangan di sana. Tapi, pertandingan tandang? Itu cerita lain!
Kekhawatiran dari Media Lokal
Luke Edwards, penulis sepak bola dari utara Inggris, dalam obrolannya di Radio Newcastle mengungkapkan kekhawatirannya. Menurutnya, kalau hasil tidak membaik sampai Natal nanti, bisik-bisik tentang “krisis” bisa berubah jadi teriakan keras. Edwards berpendapat bahwa akar masalahnya terletak pada lini serang. Cedera berkepanjangan yang dialami Yoane Wissa ternyata berdampak lebih besar dari yang mungkin mau diakui Newcastle. Sementara itu, si muda Nick Woltemade sepertinya butuh istirahat.
Awalnya, Wissa dipandang sebagai pengganti ideal untuk Alexander Isak, sosok yang bisa merepotkan pertahanan lawan dengan kecepatannya dan mampu berlari jauh di level Premier League. Di sisi lain, Woltemade yang dikenal dengan kemampuan teknisnya, tampil bagus di kompetisi Eropa tapi sebenarnya tidak direncanakan untuk menanggung beban seberat ini di kompetisi domestik.
Performa Woltemade
Karena absennya Wissa bahkan sebelum musim dimulai, Woltemade terpaksa dimainkan lebih banyak dari yang direncanakan. Pemain berusia 19 tahun ini sudah menunjukkan potensi, tapi wajar saja kalau dia terlihat sedikit kelelahan. Di musim 2025-26 ini, Woltemade telah:
- Bermain selama 616 menit di Premier League
- Mencetak empat gol
- Melakukan 13 tembakan
- Menciptakan empat peluang
- Mencapai tingkat keberhasilan dribel 40 persen
Meskipun statistik ini cukup bagus untuk seorang remaja, tapi belum sepenuhnya menyelesaikan masalah lini serang Newcastle. Edwards memperingatkan bahwa jika performa Woltemade tidak membaik hingga awal tahun baru, akan sulit mengabaikan pertanyaan apakah tim ini atau klubnya sendiri sedang mengalami krisis.
Prospek Masa Depan
Ada secercah harapan bahwa Wissa akan kembali bermain setelah jeda internasional berikutnya. Namun, dia diperkirakan akan segera pergi lagi untuk Piala Afrika pada Januari nanti. Selain itu, William Osula kebanyakan hanya tampil di menit-menit akhir, sehingga tidak banyak membantu.
Kekurangan opsi penyerang ini mungkin akan memaksa Howe untuk mencari penyerang baru di bursa transfer Januari. Meski mencari pemain dengan pengalaman Premier League di tengah musim jarang mudah, ini tampaknya penting bagi Newcastle jika mereka ingin naik peringkat dan menghidupkan kembali harapan tampil di kompetisi Eropa.
Kalau semua upaya gagal, mungkin Howe harus mempertimbangkan untuk meminta seorang striker kepada Sinterklas dalam karung Natalnya. Sayangnya, dia mungkin harus menunggu sampai setelah Tahun Baru untuk kiriman itu tiba. 😄