Sudah bisa ditebak, suasana di Hampden Park tidak akan pernah sepi. Celtic keluar sebagai pemenang, mengalahkan Rangers 3-1 setelah babak perpanjangan waktu untuk mengamankan posisi mereka di final Piala Liga. Bagi Rangers, ini menandai babak frustrasi lain dalam upaya mereka meraih kemenangan di pertandingan Old Firm musim ini. Tim ini kini gagal mencetak gol dalam dua percobaan, mencatatkan hasil imbang tanpa gol di Ibrox sebelum kalah dalam pertandingan sengit ini. Frustrasi terlihat jelas, terutama dari kapten James Tavernier.
Bos Baru, Tantangan Baru
Pelatih kepala baru Rangers, Danny Rohl, mengalami pertandingan Old Firm pertamanya. Meski dia mungkin mengagumi semangat juang timnya, dia juga mungkin menyadari beberapa momen yang perlu ditingkatkan. Titik balik utama terjadi di babak pertama ketika Thelo Aasgaard menerima kartu merah karena tantangan tinggi pada Anthony Ralston. Tavernier menerima keputusan wasit tetapi mempertanyakan konsistensi pengadilan, menunjuk dua insiden di mana pemain Rangers menderita kontak signifikan namun tidak mendapat hukuman.
Momen Kunci:
- Kartu merah Thelo Aasgaard karena tantangan tinggi
- Pendapat Tavernier tentang ko
- insistensi wasit
Tavernier menekankan pentingnya niat dalam pengadilan, menyatakan bahwa injakan apa pun di dekat kepala pemain pasti akan meninggalkan bekas, terlepas dari tingkat keparahan kontak.
Rangers Tunjukkan Semangat Meski Ada Hambatan
Meski bermain dengan sepuluh orang, Rohl tidak memilih strategi defensif. Sebaliknya, dia memanggil kecepatan Djeidi Gassama dari sayap, membuat Rangers mendapatkan kembali ancaman serangan mereka. Pada babak pertama, mereka telah mencatatkan 11 tembakan ke gawang, dengan empat tepat sasaran, dan mendapatkan lima tendangan sudut. Tekad ini berbuah ketika mereka mendapatkan penalti, keputusan yang menurut beberapa pengamat, termasuk komentator Michael Stewart, terlalu keras. Namun demikian, Tavernier dengan percaya diri mencetak gol dari titik putih, menyamakan kedudukan.
Babak Tambahan dan Dominasi Celtic
Sayangnya bagi Rangers, Celtic memanfaatkan keunggulan jumlah pemain mereka dengan efektif ketika pertandingan berlanjut ke babak tambahan. Kebugaran dan kualitas superior mereka menjadi jelas saat mereka mencetak dua gol, membuat tim Rohl merenungkan apa yang mungkin terjadi. Meskipun menunjukkan semangat, keyakinan, dan keberanian taktis, Rangers akhirnya gagal di momen krusial.
Menatap Masa Depan
Meski mengalami kemunduran, Rangers masih bisa berharap pertandingan ulang potensial melawan Celtic. Namun, banyak penggemar mungkin menyarankan perubahan dalam pengadilan untuk pertemuan mendatang agar pertandingan tetap menarik.
Singkatnya, meski pertandingan ini menunjukkan persaingan sengit dan semangat kompetitif, juga menyoroti kebutuhan akan peningkatan dan konsistensi saat kedua tim melangkah maju dalam musim ini.