Gol ganda Mikel Merino yang mengesankan melawan Bulgaria pastinya menghadirkan senyum di wajah para pendukung Arsenal, mulai dari London utara hingga Costa Brava. Saat banyak orang masih sibuk memahami jebakan offside di remote TV mereka, Merino justru asyik membuktikan bahwa dia bisa mencetak gol secepat dia merusak serangan lawan.
Merino Bersaing untuk Posisi Gelandang
Di Arsenal, Merino menemukan dirinya dalam persaingan ketat untuk posisi gelandang. Manajer Mikel Arteta punya skuad yang lebih kuat dari sebelumnya, dengan pemain-pemain yang tampil konsisten di semua lini. Setelah kemenangan 2-0 melawan West Ham, Arsenal dengan bangga bertengger di puncak Liga Inggris, sekaligus mengamankan dua kemenangan di Liga Champions. Dengan Gabriel Martinelli yang juga bersinar bersama timnas, Arteta menghadapi “dilema manis” saat mempersiapkan tim untuk pertandingan mendatang melawan Fulham.
Membuktikan Kualitasnya
Baru beberapa minggu lalu, Merino menunjukkan nilainya untuk Arsenal dengan mencetak gol penentu kemenangan 2-1 yang krusial melawan Newcastle. Namun, di panggung internasional dia benar-benar bersinar, mencetak enam gol dalam empat pertandingan terakhirnya bersama Spanyol. Dua golnya baru-baru ini melawan Bulgaria tidak hanya mengunci kemenangan telak, tapi juga membuat Spanyol tetap kuat dalam perebutan tiket Piala Dunia.
Pemain Serba Bisa yang Berdampak Besar
Mungkin banyak fans ingat, selama krisis cedera musim lalu, Arteta menempatkan Merino sebagai striker dadakan. Keputusan ini ternyata jitu, karena Merino muncul sebagai ancaman gol yang nyata. Bahkan saat kembali ke posisi alaminya sebagai gelandang melawan Bulgaria, dia memengaruhi permainan di seluruh area lapangan. Dalam 90 menit saja, dia berhasil:
- Mencetak dua gol
- Menciptakan lima peluang (dua di antaranya peluang besar)
- Memenangkan penalti
Statistik ini membuktikan bahwa Merino bisa datang terlambat ke kotak penalti dari posisi yang lebih dalam dan menyelesaikan dengan meyakinkan.
Memperkuat Serangan Arsenal
Kritikus sering berpendapat bahwa Arteta menempatkan Merino dalam trio gelandang yang berorientasi defensif. Namun, keraguan ini memudar saat melihat kontribusi ofensifnya. Bersama barisan penyerang berbakat Arsenal, Merino menambahkan lapisan ancaman gol ekstra—yang tentunya tidak ingin dilihat tim lawan dalam daftar susunan pemain. Seiring berlanjutnya musim, dia bisa jadi muncul sebagai kuda hitam dalam ambisi juara Arteta. Kalau Merino terus tampil seperti sekarang, mungkin dia bahkan bisa mengajari beberapa striker cara menembus jala gawang lawan.
Singkatnya, penampilan Mikel Merino baik di klub maupun timnas memantapkan posisinya sebagai pemain berharga untuk Arsenal. Kemampuannya berkontribusi secara defensif dan ofensif menjadikannya aset penting saat The Gunners mengejar kejayaan musim ini.