Para pendukung Newcastle bisa bernapas lega setelah mengetahui bahwa absennya Dan Burn dari kemenangan Inggris melawan Wales hanya karena patah tangan, bukan cedera yang lebih serius. Bek kiri berusia 33 tahun ini mengalami cedera di awal babak kedua saat Newcastle menang 2-0 melawan Nottingham Forest baru-baru ini. Untungnya, retakan yang tampak mengerikan di balik sarung tangannya sudah dikonfirmasi hanya sebagai masalah kecil. Khas Burn, dia bahkan sudah mulai bercanda bahwa untuk sekali ini, tangannya-lah yang protes karena harus meraih biskuit di rak paling atas!
Bintang yang Kian Bersinar di Newcastle
Perjalanan Dan Burn dari sekadar pemain cadangan andalan menjadi pahlawan idola fans adalah salah satu cerita paling menghangatkan hati dalam beberapa musim sepakbola terakhir. Sundulan jitu-nya di final Piala Carabao melawan Liverpool pada Maret lalu tidak hanya mengamankan trofi untuk Newcastle tapi juga mengukuhkan statusnya sebagai legenda di Tyneside. Di bawah arahan manajer Eddie Howe, performa defensif Burn yang mengesankan ikut menyumbang finish lima besar tim musim lalu, dan layak mendapatkan perpanjangan kontrak pada Mei.
Pengakuan Internasional
Menyusul musim luar biasanya, Thomas Tuchel, manajer timnas Inggris, mengakui bakatnya dan memberikan debut internasional segera setelah kemenangan piala tersebut. Sejak itu, Burn telah menerima tiga caps, termasuk tempat di skuad terbaru untuk pertandingan melawan Wales dan Latvia. Namun, absennya dari daftar pemain untuk pertandingan Wales membuat fans khawatir.
Setelah pertandingan, Burn mengungkapkan bahwa hasil scan dan pemeriksaan spesialis mengkonfirmasi diagnosis patah tangan. Sisi baiknya, dia diizinkan untuk tetap bermain, meskipun dengan sedikit rasa sakit dan plester penyangga. Ini berarti dia akan siap untuk perjalanan ke Riga dan bisa langsung bergabung kembali dengan pertahanan Magpies.
Menguatkan Lini Pertahanan Newcastle
Kabar ini jadi angin segar untuk Eddie Howe yang sedang mengatur tim dengan cedera pemain Lewis Hall dan Tino Livramento. Kembalinya Burn, meskipun dengan tangan dibalut untuk dukungan, sangat memperkuat lini belakang yang tidak mampu menerima lebih banyak kemunduran.
Masa Depan Cerah bersama Inggris
Di kancah internasional, reputasi Burn terus meningkat. Tuchel memuji kemampuan kepemimpinannya baik di ruang ganti maupun selama sesi latihan. Kabarnya, manajer Inggris sangat ingin memasukkan Burn dalam skuad untuk Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat. Tinggi badan dan kemahirannya saat set-piece menjadikannya aset berharga, terutama selama momen tekanan tinggi saat flair menyerang mungkin berkurang. Seperti yang dikatakan Tuchel awal tahun ini, menciptakan tim internasional yang sukses bukan hanya soal usia; tapi membutuhkan persatuan, semangat, dan perpaduan kepribadian yang tepat.
Menatap ke Depan
Dan Burn akan memiliki kesempatan lain untuk bersinar ketika Inggris menghadapi Latvia Selasa depan. Jika semua berjalan sesuai rencana, dia akan segera kembali ke St James’ Park, siap bertahan, membantu, dan melanjutkan tradisinya merayakan dengan fans—bukti nyata bahwa tangan patah bukanlah hambatan untuk menjadi pemain paling populer di stadion. Tetap update tentang perkembangan Dan Burn dan kontribusinya di level klub dan internasional akan menjadi penting saat Newcastle dan Inggris bersiap menghadapi pertandingan menarik di masa depan.