Pertandingan Liga Champions Chelsea melawan Bayern Munich di Allianz Arena pada 17 September memperlihatkan kelemahan taktis yang cukup mencolok di bawah arahan Enzo Maresca. Pertandingan dimulai dengan kurang menyenangkan bagi The Blues dengan gol bunuh diri yang kurang beruntung dari Trevoh Chalobah, yang membuka jalan bagi Harry Kane untuk bersinar. Dia mencetak dua gol, melampaui rekor David Beckham untuk keterlibatan gol Liga Champions terbanyak oleh pemain Inggris. Cole Palmer menambahkan gol hiburan di akhir pertandingan untuk Chelsea, tapi malam itu sebagian besar milik Bayern, yang tampak meluncur tanpa kesulitan sepanjang pertandingan.
Kesalahan Taktis Terungkap
Susunan lini tengah Maresca mengundang tanda tanya ketika Reece James dipasangkan dengan Moises Caicedo di tengah lapangan, sementara bek kanan asli Malo Gusto ditempatkan di sayap. Keputusan ini terbukti membingungkan dan tidak efektif. James kesulitan selama 68 menit di lapangan, gagal menciptakan peluang dan salah menempatkan 67% dari umpan panjangnya. Dia kehilangan bola sekali, dilewati lawan, dan gagal memenangkan dua duel di tanah sebelum akhirnya diganti. Meskipun James telah menyatakan kesediaannya untuk bermain di posisi mana pun untuk timnya, taktik kaku Maresca dalam kasus ini malah menjadi bumerang.
Kembali ke Apa yang Berhasil
Musim lalu, Chelsea menemukan kesuksesan setelah memindahkan James kembali ke posisi bek kanan, memicu rentetan kemenangan. Momen yang tak terlupakan terjadi pada Mei ketika James memberikan assist brilian untuk gol penentu kemenangan Marc Cucurella dalam kemenangan 1-0 melawan Manchester United di Old Trafford. Dengan adanya bakat-bakat lini tengah berpengalaman seperti Enzo Fernández, Andrey Santos, dan Romeo Lavia yang baru kembali, argumen untuk menggunakan James di lini tengah semakin melemah. Selama jeda internasional, James tampil cemerlang untuk Inggris, sementara Gusto, dengan waktu bermain yang lebih sedikit, menciptakan tiga peluang lebih banyak, mempertahankan akurasi tembakan 100%, dan memimpin tim dalam hal tekel, blok, dan sapuan per 90 menit. Permainannya yang serba bisa bisa menjadi aset berharga untuk The Blues.
Pertanyaan dari Para Pendukung
Para penggemar bertanya-tanya mengapa Maresca terus bereksperimen dengan James di lini tengah, terutama ketika ada opsi yang lebih cocok. Menjelang akhir musim, mungkin para pendukung akan bercanda menawarkan kompas kepada Maresca hanya untuk membantunya menyelesaikan teka-teki lini tengah yang menantang ini.
—
Kesulitan taktis Chelsea terlihat jelas saat melawan Bayern Munich, memicu diskusi di kalangan penggemar dan pakar tentang susunan pemain terbaik untuk tim ke depannya. Yah, mungkin Maresca perlu sedikit “nyetel ulang” GPS taktiknya, karena sepertinya dia agak tersesat di hutan formasi! 😄