Roy Keane Menghujat Amorim: Dapatkah Man United Beradaptasi Tepat Waktu?

Roy Keane tak tanggung-tanggung lho setelah Manchester City menang telak 3-0 melawan Manchester United di Stadion Etihad pada 14 September. Dia melontarkan kritik pedas terhadap Ruben Amorim, membandingkan kemampuan adaptasinya dengan “tudung teh di tengah cuaca panas” (ya ampun, perumpamaan apa itu? 😅). Mantan kapten United ini menekankan pentingnya seorang manajer untuk melakukan penyesuaian ketika permainan tidak berjalan lancar. Keane menunjuk Pep Guardiola dari Manchester City sebagai contoh utama fleksibilitas taktik.

Penampilan Dominan City

Kemenangan Manchester City didukung oleh gol awal dari Phil Foden dan dua gol dari Erling Haaland. Kemenangan ini memungkinkan City untuk bangkit dari kekalahan beruntun melawan Tottenham dan Brighton. Sebaliknya, United kesulitan membangun momentum setelah kemenangan 3-2 mereka atas Burnley baru-baru ini. Pemain baru Benjamin Sesko terlihat lebih seperti penonton daripada ancaman di lini serang. Mantan pemain Dion Dublin bahkan menyebut United “loyo” setelah penampilan mengecewakan lainnya di Etihad.

Keras Kepala-nya Amorim

Meski kritik terus berdatangan, Ruben Amorim tetap menolak untuk meninggalkan sistem taktik favoritnya. Dengan 20 kekalahan dalam 47 pertandingan, rekornya memang tidak terlalu cemerlang. Namun, Amorim tetap teguh pada filosofi sepakbolanya. Keane membantah sikap ini dengan menyoroti kemampuan Guardiola dalam menyesuaikan taktik terhadap berbagai lawan, mulai dari Liverpool hingga Napoli. Di studio, David Jones dengan jenaka mengatakan bahwa komentar Keane “sarat makna”, tapi pesannya jelas: kemampuan beradaptasi adalah kunci untuk memenangkan pertandingan.

Tren Mengkhawatirkan bagi United

Tren penampilan terkini menggambarkan situasi yang mengkhawatirkan untuk Manchester United. Mereka mencatat hasil imbang 2-2 melawan Grimsby di Piala Carabao (akhirnya tersingkir lewat adu penalti), diikuti dengan kemenangan tipis 3-2 atas Burnley, sebelum menderita kekalahan memalukan ini dari City. United kalah telak di lini tengah, dan sepanjang masa jabatan Amorim, mereka kesulitan menjaga konsistensi. Finis di posisi ke-15 musim lalu dan kekalahan di final Liga Europa melawan Tottenham hanya memperkuat keyakinan bahwa proyek ini berada di ujung tanduk.

Apa Selanjutnya untuk United?

Selanjutnya United akan menghadapi pertandingan krusial melawan Chelsea pada 20 September. Kekalahan lain dalam pertandingan ini bisa meningkatkan tekanan pada Amorim, terutama setelah tersingkir memalukan dari Grimsby yang sudah menghancurkan ambisi trofi United. Kalau mereka tidak bisa mendapatkan poin di Stamford Bridge, fans mungkin memang perlu mulai investasi bola anti-stres nih! 🤣

Scroll to Top