Dilema Taktik Tuchel: Dapatkah Ia Menyempurnakan Usaha Inggris untuk 2026?

Saat Thomas Tuchel bersiap untuk Piala Dunia 2026 di Amerika, dia menghadapi berbagai teka-teki taktis. Setelah kemenangan tipis 1-0 atas Andorra dan kekalahan mengecewakan 3-1 dari Senegal, banyak suara menawarkan saran strategis—mirip seperti tim kuis di warung kopi langgananmu, yang yakin mereka punya solusi bahkan sebelum mendengar pertanyaannya.

Dengan Piala Dunia tinggal sembilan bulan lagi, tujuan utama Tuchel sederhana: mengangkat trofi. Untungnya, dia punya segudang pemain kelas dunia. Tantangan terbesarnya mungkin adalah menemukan cara untuk memasukkan semua pemain hebat ini ke lapangan secara bersamaan.

Pendekatan Taktis

Darren Bent sudah punya sistem favorit dengan formasi 4-3-3, yang menekankan konsistensi dan gaya permainan dinamis.

Pemain Kunci dalam Formasi:

Kiper: Jordan Pickford dengan 76 caps tetap jadi pilihan pertama Tuchel, meskipun Dean Henderson terus mendesak untuk mendapat kesempatan.
Bek:

  • Bek Kanan: Reece James, dengan permainan serba bisa, sedikit unggul dari Trent Alexander-Arnold berkat kontribusi ofensifnya.
  • Bek Kiri: Miles Lewis-Skelzy mulai menonjol di posisi ini dengan catatan serangan yang mengesankan.
  • Bek Tengah: John Stones dan Marc Guehi membentuk tulang punggung pertahanan.

Gelandang:
Declan Rice mengambil peran tunggal sebagai penjaga lini belakang, meskipun biasanya dia lebih suka posisi lebih menyerang. Di depannya, Jude Bellingham dan Cole Palmer menambah perlindungan defensif sekaligus dorongan ofensif.
Penyerang:
Trio penyerang terdiri dari:

  • Sayap Kanan: Bukayo Saka
  • Striker: Kapten Harry Kane
  • Sayap Kiri: Jack Grealish, yang saat ini jadi mimpi buruk pertahanan lawan dengan gayanya yang sulit ditebak.

Strategi Alternatif

Andy Goldstein mengusulkan susunan berbeda dengan formasi 4-1-4-1, yang menampilkan:
Lini Pertahanan:

  • Bek Tengah: Guehi dan Stones
  • Full Back: Trent Alexander-Arnold dan Luke Shaw, menggabungkan ketangguhan bertahan dengan ketajaman menyerang.

Gelandang:
Rice tetap di depan bek empat, dengan Saka di kanan, Bellingham dan Palmer di tengah, dan Grealish di kiri, semuanya memfasilitasi peluang bagi Kane.

Goldstein juga menyoroti persaingan mini di posisi gelandang bertahan. Sementara Adam Wharton dari Everton dipuji karena keseimbangannya, Bent lebih melihatnya sebagai pengganti Palmer daripada Rice.

Pilihan Striker

Dalam hal kedalaman lini serang, Tuchel punya banyak kandidat yang bersaing untuk posisi cadangan di belakang Kane. Dengan Ivan Toney sebagai opsi terakhir Tuchel, Ollie Watkins, Marcus Rashford, dan Jarrod Bowen semua siap mengambil alih jika diperlukan.

Skuad 29 Pemain Inggris Tuchel

Kiper: Dean Henderson (Crystal Palace), Jordan Pickford (Everton), James Trafford (Man City)
Bek: Dan Burn (Newcastle), Marc Guehi (Crystal Palace), Reece James (Chelsea), Ezri Konsa (Aston Villa), Miles Lewis-Skelzy (Arsenal), Tino Livramento (Newcastle), Djed Spence (Tottenham), John Stones (Man City)
Gelandang: Elliot Anderson (Nottingham Forest), Morgan Gibbs-White (Nottingham Forest), Jordan Henderson (Brentford), Declan Rice (Arsenal), Morgan Rogers (Aston Villa), Adam Wharton (Crystal Palace)
Penyerang: Jarrod Bowen (West Ham), Eberechi Eze (Arsenal), Anthony Gordon (Newcastle), Harry Kane (Bayern Munich), Noni Madueke (Arsenal), Marcus Rashford (Barcelona), Ollie Watkins (Aston Villa)

Dengan begitu banyak bakat yang tersedia, memutuskan striker mana yang akan dimasukkan bisa jadi perdebatan yang lebih sengit daripada perebutan potongan pizza terakhir saat nongkrong bareng teman-teman. Pilihan Tuchel akan sangat penting saat Inggris berusaha membuat kejutan di panggung dunia.

Scroll to Top